TRADE WITH REMARKABLE INDONESIA

ISDH 2025: Penguatan Hubungan Dagang Indonesia–Australia Melalui Kolaborasi Akademik dan Bisnis

Sydney, 2 September 2025 – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney bekerja sama dengan University of Technology Sydney (UTS) menggelar program Indonesian Sustainable Design House (ISDH) 2025. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini bertujuan untuk memperkenalkan produk Indonesia dalam perspektif keberlanjutan (sustainability) kepada komunitas akademik dan masyarakat Australia, serta membangun pemahaman lintas budaya melalui riset, kuliah…


Sydney, 2 September 2025 – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney bekerja sama dengan University of Technology Sydney (UTS) menggelar program Indonesian Sustainable Design House (ISDH) 2025. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini bertujuan untuk memperkenalkan produk Indonesia dalam perspektif keberlanjutan (sustainability) kepada komunitas akademik dan masyarakat Australia, serta membangun pemahaman lintas budaya melalui riset, kuliah umum, dan penulisan product stories oleh mahasiswa UTS.

Melalui ISDH, mahasiswa internasional diajak untuk mendalami potensi produk ekspor Indonesia dengan menekankan aspek ramah lingkungan, inovatif, dan berdaya saing global, sehingga dapat memperluas jejaring dan memperkuat citra positif Indonesia di pasar internasional.

Tahun 2025, ISDH kembali diselenggarakan dengan tema “Perdagangan Indonesia–Australia, menghadirkan berbagai narasumber dari ITPC Sydney, Kementerian Perdagangan RI, UTS, serta pelaku usaha Indonesia.

Acara dibuka oleh Christhophorus Barutu, Kepala ITPC Sydney, bersama Kestity Pringgoharjono, Program Director dari UTS. Kestity menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga perdagangan untuk membangun pemahaman lintas sektor yang lebih kuat, khususnya dalam isu perdagangan internasional.

Dalam sesi Trade Talk, Christhophorus Barutu memaparkan perkembangan terkini hubungan dagang Indonesia–Australia, dengan menyoroti peran strategis IA-CEPA (Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) dalam membuka peluang pasar.

Sesi Exhibitor Talk menghadirkan pelaku usaha Indonesia yang mempresentasikan produk dan peluang ekspor ke pasar Australia. Di antaranya Mogi B. Darmawan dari Laguna Group, PT Top Rawyale Indonesia yang diwakili oleh Vivi Suryanti, serta PT Amerta Indo Pasifik oleh Melvin Jusuf.

Selain itu, perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI memberikan penjelasan mengenai dukungan pemerintah dalam mendorong UMKM Indonesia agar lebih kompetitif di pasar Australia.

Sebagai penutup, Kestity Pringgoharjono (UTS) dan Marhaley Sartiko (Wakil Kepala ITPC Sydney) memimpin sesi diskusi mengenai tradefair dan tindak lanjut program ISDH 2025. Acara berlangsung interaktif dengan kehadiran mahasiswa, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan perdagangan dari kedua negara.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *